Copyright © CORETAN PENA
Design by Dzignine
21 Desember 2014

BAB 13 Pengaruh Situasi

PENGARUH SITUASI

Menurut Engel, dkk (1994) pengaruh situasi adalah pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek.  Menurut Asseal (1998) faktor situasional adalah kondisi sesaat yang muncul pada tempat dan waktu tertentu, kemunculannya terpisah dari diri produk maupun konsumen.  Sedangkan menurut Mowen dan Minor (1998) situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.  Pemasar dalam mengembangkan strateginya harus berusaha memahami asal usul faktor situasi yang mempengaruhi keputusan pembelian. 

Faktor-Faktor Situasi Konsumen
Pengaruh situasional dalam konsumen adalah faktor personal dan lingkungan sementara yang muncul pada saat aktivitas konsumen, sehingga situasi konsumen meliputi faktor-faktor sebagai berikut :
1.      Melibatkan waktu dan tempat di dalam aktivitas konsumen.
2.      Mempengaruhi tindakan konsumen seperti perilaku konsumen.
3.      Situasi konsumen relatif merupakan jangka pendek, tidak termasuk karakteristik personal yang berlaku dalam jangka panjang.
Secara garis besar jenis atau tipe situasi konsumen dibagi menjadi 3 sesuai dengan waktu kegunaannya, yaitu :
a.      Situasi Komunikasi
Situasi komunikasi adalah suasana atau lingkungan dimana konsumen memperoleh informasi atau melakukan komunikasi.  Komunikasi yang dilakukan bisa bersifat pribadi atau nonpribadi.  Konsumen mungkin memperoleh informasi melalui :
1)      Komunikasi Lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual, atau wiraniaga.
2)      Komunikasi Non Pribadi, seperti iklan TV, radio, internet, koran, majalah, poster, billboard, brosur, leaflet, dan sebagainya.
3)      Informasi diperoleh langsung dari toko melalui promosi.
b.      Situasi Pembelian
Situasi pembelian adalah lingkungan atau suasana yang dialami atau dihadapi konsumen ketika membeli produk dan jasa.  Situasi pembelian akan mempengaruhi pembelian.  Misalnya, ketika konsumen berada di bandara, ia mungkin akan bersedia membayar sekaleng Coke berapa saja harganya ketika haus.  Sebaliknya, jika ia berbelanja Coke di swalayan dan mendapatkan harganya relatif lebih mahal, ia mungkin sangat sensitive terhadap harga.  Konsumen tersebut mungkin akan menunda pembelian Coke dan mencari di tempat lain.
c.       Situasi Pemakaian
Situasi pemakaian adalah situasi dimana barang yang dibeli dan dipakai oleh pembeli sesuai dengan situasi yang diharapkan pembeli.  Misalnya, konsumen baju seragam sekolah tentu digunakan pada saat beraktivitas di lingkungan sekolah, kebaya akan dipakai kaum wanita pada acara pernikahan atau acara resmi lainnya, dan jarang digunakan untuk pergi bekerja.  Para produsen sering menggunakan konsep situasi pemakaian dalam memasarkan produknya, produk sering diposisikan sebagai produk untuk digunakan pada situasi pemakaian tertentu.  Misalnya, ada pakaian resmi untuk ke pesta, pakaian olahraga, pakaian untuk beribadah, pakaian untuk kerja, serta pakaian untuk santai.

Jenis-Jenis Situasi Konsumen
Menurut Asseal (1998), terdapat tiga jenis situasi berkaitan dengan pemasaran, yaitu :
1.      Situasi Konsumen
Situasi konsumen dapat didefinisikan sebagai latar dimana konsumen dihadapkan kepada komunikasi pribadi atau non pribadi.  Komunikasi pribadi akan mencakupi percakapan yang mungkin diadakan oleh konsumen dengan orang lain, seperti wiraniaga atau sesama konsumen.  Komunikasi non pribadi akan di libatkan sprektum luas stimulus, seperti iklan dan program serta publikasi yang berorientasi konsumen misalnya laporan konsumen.
Untuk mengilustrasikan dampak potensial dari situasi komunikasi, mari kita pertimbangkan bagaimana situasi komunikasi itu dapat menentukan keefektifan iklan televisi.  Kita berfokus pada bentuk komunikasi tertentu karena dua alasan.  Pertama, pengeluaran pada iklan TV kerap mendapat bagian bermakna dari anggaran promosi.  Dalam konteks ini sejumlah karakteristik situasi mungkin muncul ke permukaan sebagai determinan yang potensial dari suatu keefektifan iklan.  Pengaruh situasi mungkin pula timbul dari program tertentu dimana suatu iklan muncul.
2.      Situasi Pembelian
Situasi pembelian mengacu pada latar belakang dimana konsumen memperoleh produk dan jasa.  Pengaruh situasi sangat lazim selama pembelian.  Sebagai contoh yang sederhana, pertimbangan perubahan hebat dalam kepekaan konsumen akan harga dimana situasi pembelian.  Penjual makanan akan merasa sangat sulit untuk membebankan harga yang dibayar konsumen untuk soda dan jajanan di bioskop atau stadion baseball.  Pengaruh situasi dapat diwujudkan dari dalam bermacam jenis situasi pembelian, beberapa bentuk utama dideskripsikan berikut ini :
a)      Lingkungan informasi mengacu pada keseluruhan jajaran data yang berkaitan dengan produk yang tersedia bagi konsumen.  Sifat lingkungan informasi akan menjadi determinan penting dari perilaku pasar ketika konsumen terlibat di dalam semacam bentuk pengambilan keputusan bukan kebiasaan.  Sebagain dari karakteristik lingkungan yang utama mencakupi ketersediaan informasi, jumlah beban, dan cara dimana informasi disajikan dan diorganisasikan.
b)      Kesediaan informasi sangat penting.  Tidak adanya informasi mengenai kinerja dari merek yang bersaing mengenai beberapa sifat akan menghalangi pemakaian informai tersebut selama pengambilan keputusan.  Ketersediaan informasi kadang akan bergantung kepada kemampuan konsumen mendapatkan kembali informasi dari ingatan.
c)      Beban informasi dari lingkungan pilihan ditentukan oleh jumlah alternatif pilihan dan jumlah sifat per alternatif, kenaikan dalam jumlah alternatif pilihan mengubah jenis kaidah keputusan yang digunakan konsumen selama mengambil keputusan.
d)      Format informasi yaitu cara dimana informasi disusun.  Dapat pula mempengaruhi perilaku konsumen.  Pemakaian informasi harga satuan ini oleh konsumen mungkin akan bergantung kepada bagaimana informasi itu disusun.
e)      Bentuk informasi adalah penilaian produk numeris, memungkinkan konsumen mentaksir dengan lebih mudah perbedaan diantara banyak produk.  Sebagai akibatnya, konsumen lebih cenderung membandingkan merek atas dasar sifat demi sifat ketika informasi merek disajikan dalam bentuk numeris ketimbang semantic.  Lingkungan eceran adalah sifar fisik dari lingkungan eceran, kerap kali diacu sebagai store atmospherics, sangat menarik bagi para pemasar karena dua alasan mendasar.  Pertama, berbeda dengan banyak pengaruh situasi yang berbeda di luar kendali.  Kedua, pengaruh ini dibidikkan kepada konsumen tepat di tempat yang benar didalam toko.
f)       Musik, konsumen akan merasa nyaman jika membeli dengan adanya musik karena membuat semangat para pembeli semakin meningkat.  Dan banyak yang datang untuk kembali lagi ke toko mereka.
g)      Tata ruang dan lokasi didalam toko dapat digunakan untuk meningkatkan kemungkinan konsumen mengadakan kontak dengan produk.
h)      Warna adalah sumber pengaruh yang potensial pada persepsi maupun perilaku konsumen.  Warna yang hangat, seperti merah dan kuning, tampak lebih efektif pada orang yang menarik fisik, dibandingkan dengan warna yang lebih sejuk seperti hijau dan biru.
i)        Bahan POP (point of purchase) atau bahan di tempat penjualan dapat berfungsi sebagai stimulus yang sangat kuat.  Peragaan dan tanda dapat meningkatkan kemungkinan menarik perhatian konsumen.
j)        Wiraniaga adalah potensi untuk mempengaruhi konsumen selama berbelanja dapat di pengaruhi secara kuat oleh staf garis depan pengecer.
k)      Kesesakan adalah aspek luar dari latar eceran yang mungkin mempengaruhi perilaku berbelanja adalah tingkat kesesakan yang dirasakan yang disebabkan oleh kepadatan orang yang berbelanja di dalam toko.
l)        Pengaruh waktu adalah dimana situasi ini berlaku pada permintaan akan banyak produk saat musim tiba.
3.      Situasi Pemakaian
Jenis selebihnya dari situasi konsumen adalah situasi pemakaian dimana mengacu pada latar dimana konsumsi terjadi.  Dalam banyak kejadian situasi pembelian dan pemakaian sebenarnya sama, tetapi konsumsi produk kerap kali terjadi di dalam latar yang sangat jauh, baik secara fisik maupun temporal, dari latar dimana produk diperoleh.

Karakteristik Situasi Konsumen
Pengaruh situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek.  Situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.  Ada lima karakteristik situasi konsumen, yaitu :
a.      Lingkungan Fisik, saran fisik yang menggambarkan situasi konsumen yang meliputi lokasi, dekorasi, aroma, cahaya, cuaca, dan objek lainnya yang ada di sekeliling konsumen.
b.      Lingkungan Sosial, kehadiran dan ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut.
c.       Waktu, waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru).  Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan terakhir kali membeli biskuit.  Arti kapan terakhir kali akan berbeda antar konsumen.
d.      Tujuan, tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi.  Konsumen yang belanja untuk hadiah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.
e.      Suasana Hati, suasana hati atau kondisi jiwa sesaat (misalnya perasaan khawatir, tergesa-gesa, sedih, marah) yang dibawa pada suatu situasi.

Interaksi Individu dengan Situasi
Ide bahwa konsumen tidak homogen dalam menganggapi respons terhadap faktor situasi memiliki implikasi penting untuk pemasangan pasar.  Karena konsumen yang berbeda mungkin mencari manfaat produk yang berbeda, yang dapat berubah melintasi situasi pemakaian yang berbeda.
Memahami serta menganalisis pengaruh situasi dalam proses pembelian barang, banyak konsumen yang di pengaruhi oleh variasi dari situasi lain yang sesuai dengan keadaan mereka saat itu.  Situasi pembelian mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen dengan gaya hidup believer.  Hal ini menunjukkan bahwa situasi pembelian mampu menghadirkan keinginan konsumen untuk membeli karena situasi ini bisa menjadi stimulus terhadap keputusan konsumen untuk membeli.
Gaya hidup pembelian juga mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen atas sesuatu.  Konsumen dengan gaya hidup believer ternyata juga mengikuti mode-mode pakaian khusus misalnya celana jeans sehingga gaya hidup mereka berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan.  Situasi pembelian dan gaya hidup terhadap mode bagi konsumen dengan gaya hidup believer ternyata cukup tinggi mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan pengaruhnya sebesar 68%.

Pengaruh Situasi Tak Terduga
Bagaimana seseorang mengerti akan potensi dari pengaruh situasi yang tak terduga yang dapat merusak keakuratan ramalan yang didasarkan pada maksud pembelian, yang tadinya dia tidak mau membeli barang tapi karena suatu hal jadi membeli barang tersebut.
Pemasar kadang bertanya kepada konsumen target mengenai maksud pembelian mereka untuk meramalkan permintaan produk pada masa datang.  Walaupun maksud pembelian dapat bersifat prediktif mengenai perilaku masa datang, satu ancaman besar terhadap daya perspektif mereka adalah gangguan yang disebabkan oleh situasi yang tak terduga.  Sebagai contoh seorang konsumen mungkin sepenuhnya mengantisipasikan pembelian merek kripik kentang tertentu selama kunjungan yang berikutnya ke toko mainan.
Namun maksud pembelian ini mungkin tidak terpenuhi bila produk tersebut habis atau bila ada merek lain dengan kualitas sama di jual disana.  Sebaliknya, seorang konsumen mungkin tidak berminat untuk membeli berikutnya mungkin terjadi karena semacam kejadian yang tidak diantisipasikan (misalnya orang yang bukan peminum kopi membeli kopi untuk orang tuanya yang suka minum kopi).
Dari perspekitif pemasaran, pokok penting disini secara sederhana bahwa orang harus mengenali potensi pengaruh situasi yang tak terduga yang dapat merusak keakuratan ramalan yang didasarkan pada maksud pembelian.  Walaupun kerap diharapkan bahwa efek seperti ini akan cenderung diseimbangkan (yaitu jumlah pelanggan yang hilang karena pengaruh situasi yang tak terduga akan diimbangi oleh jumlah yang didapat karena alasan yang sama), kennyataannya mungkin tidak demikian.


Sumber  :

0 comments:

Posting Komentar