Copyright © CORETAN PENA
Design by Dzignine
23 Juni 2015

Tugas Softskill 5 : Connectors, Relative Clause, Adjective and Adverb

TUGAS SOFTSKILL 5
BAHASA INGGRIS BISNIS 2


A.  Connectors
Connectors seperti arti dari kata tersebut adalah penghubung.  Penghubung antara satu kalimat dengan kalimat lainnya yang nantinya dijadikan menjadi satu kalimat yang baru.  Connectors sering kali digunakan untuk menghubungan Adverb dan juga Adjective.

Connectors dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
      1.      Menunjukkan waktu   è  Before, After, As Soon As, While, When
Contoh  :
a.       I want to go to Bali after the final exam finished.
b.      I always pray before I go to everywhere.
c.       She was really happy when  she got a surprise from her friends.
      2.      Menunjukkan sebab akibat   è  Because/Because of, Since.
Contoh  :
a.       Since she was late, she missed the final exam.
b.      I went to the supermarket because I need vegetable for cooking.
      3.      Menunjukkan tanda urutan  è  First, Next, Then, Finally.
Contoh            :
a.       First, you must read correctly a direction of question sheet.
b.      Next, we put onions and vegetables.
c.       Finally, we arrive at home.

B.  Relative Clause
Relative Clause adalah kalimat yang digunakan untuk memberikan informasi tambahan mengenai seseorang atau sesuatu untuk memperjelas isi dari kalimat tersebut.  Relative clause biasanya menggunakan relative pronoun seperti who, whom, which, whose, that.
Contoh  :
      ·         The cat whose a long tail is mine.
      ·         Robert Pattinson, who was a famous actor, is getting merried this week.
      ·         The boy I met is so nice.
      ·         The man who sitting there is her boyfriend.

C.  Adjective & Adverb
Adjective atau yang biasa disebut sebagai kata sifat adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan, menerangkan  atau bahkan  menambahkan arti pada kata benda dalam suatu kalimat.
Contoh  :
   o   My motorcycle is broken, so I am going to repair it.
   o   Lombok is one of thousand amazing island in Indonesia.

Adverb atau yang biasa disebut sebagai kata keterangan adalah kata yang memberikan penjelasan atau menambahkan informasi mengenai tempat, waktu, dan cara suatu kegiatan atau peristiwa itu terjadi.
Contoh  :
   o   He never walk alone since his girlfriend was died.
   o   I am busy now.
   o   He was worked here.
20 Mei 2015

Tugas Softskil 4 Bahasa Inggris Bisnis 2

CAUSATIVE VERB

Pengertian Causative Verb
Causative Verb adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa “subject” tidak bertanggungjawab langsung terhadap aksi yang terjadi melainkan seseorang atau sesuatu yang lain yang melakukan aksi tersebut.  Pengertian termudahnya causative verb adalah kata kerja yang digunakan untuk memerintahkan orang lain.  Memerintah orang lain biasanya menggunakan kata order/command (memerintahkan), tetapi dalam causative verb menggunakan kata kerja Get yang umumnya diartikan mendapatkan, Have yang biasa diartikan memiliki/telah, dan Make yang biasa diartikan membuat.

Fungsi dan Rumus Causative Verb
Kalimat causative verb terbagi menjadi 2 macam, yaitu active dan passive causative.  Pada kalimat active causative verb, agent/person (yang mengerjakan aksi) diketahui.  Sedangkan pada passive causative verb, agent/person biasanya tidak disebutkan.
Pada dasarnya ada empat kata kerja causative verb yang sering digunakan, yaitu Have, Get, Let, dan Make.

      1.      HAVE
Fungsinya menginginkan seseorang mengerjakan sesuatu untuk subjek.

Rumus  :
·         Active Causative Verb

S + (Have/Had) + Agent + Action Verb (bare infinitive) + Object

Contoh  :
I had my brother take that ball.

·         Passive Causative Verb

S + (Have/Had) + Object + Action Verb/Verb III

Contoh  :
I had my motorcycle cleaned yesterday.

      2.      GET
Fungsinya hampir sama dengan have namun dengan struktur kalimat yang berbeda.

Rumus  :
ð  Active Causative Verb

S + (Got/Get) + Agent + Action Verb (to infinitive)

Contoh  :
He got his sister to buy his a basketball.

ð  Passive Causative Verb

S + Got + Object + Action Verb (bare infinitive)/Verb III

Contoh  :
Valery got her bedroom cleaned.

      3.      LET
Fungsinya membiarkan seseorang melakukan sesuatu.  Let tidak memiliki bentuk passive causative verb.

Rumus :
ü  Active Causative Verb

S + Let + Agent + Action Verb (bare infinitive)

Contoh  :
My father lets me choose my own room.

     4.      MAKE
Fungsinya memaksa atau sangat menyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu.  Untuk Make juga tidak memiliki bentuk passive causative verb.

Rumus  :
Ø  Active Causative Verb

S + (Make/Made) + Agent + Action Verb (bare infinitive)

Contoh  :
The manager makes his staff work hard.

Contoh-Contoh Kalimat Causative Verb
      a.       Clara had her friend take her result test.
      b.      The student had the teacher speak slowly.
      c.       Daniel got his parents to buy her a tennis racket.
      d.      Hermione got her cat to chase a mouse.
      e.       The man made his daughter eat up the tomatoes.
      f.       Professor Rogers didn’t make us type up our lap reports.
      g.      I made the machine work.
      h.      Professor Baker let us write a paper instead of taking a final exam.
      i.        Would you let us borrow your notes ?.
      j.        Please have your secretary fax me the information.


Sumber  :
6 Mei 2015

Kuliah Umum : Sharia Economic Forum

Kali ini saya akan menulis mengenai kuliah umum yang saya jalani beberapa waktu lalu, pada tanggal 4 Mei 2015.  Kuliah umum saya kali ini bertemakan “Being Global Leader in Islamic Finance”.  Dari tema tersebut dapat kita ketahui bahwa kali ini saya akan meringkas hasil kuliah umum saya tentang perekonomian islam atau yang biasa disebut sebagai ekonomi syariah dan bagaimana cara kita menjadi seorang pemimpin dunia dalam ekonomi islam.  Pada kesempatan kali ini, yang menjadi pembicara atau sebagai dosen tamu adalah Ronal Rulindo, Ph.D.
Dengan membangun ekonomi syariah kita harus berkaca dan banyak belajar dengan dunia luar.  Meskipun kita sendiri memiliki keunikan tersendiri dalam menjalani kegiatan perekonomian negara kita.  Banyak hal yang harus dipertanyakan mengapa harus keuangan secara islami atau keuangan syariah?.  Apakah ada perbedaan antara keuangan biasa atau konvensional dengan keuangan syariah.  Yang membedakan antara konvensional dengan syariah adalah produk dan cara atau proses dalam menjalankan keuangan tersebut.
Sejarah Islamic finance dimulai pada tahu 1960-an di Mesir.  Pada akhir tahun 1960 islamic finance mulai berkembang di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Malaysia.  Di Indonesia sendiri, Islamic finance mulai berkembang pada tahun 1990-an.

Islamic Finance dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut  :
      1)      Menciptakan Free Riba Economy
Dalam mencipatakan lingkungan ekonomi secara syariah atau Islamic hal yang perlu dilakukan adalah mencipatakan kawasan ekonomi yang bebas dari riba.  Dengan adanya riba dapat memberikan dampak seperti :
a.       Riba tidak membawa keadilan
Riba selalu berjalan tidak adil.  Dengan adanya riba itu hanya menguntungkan sebagian orang yang memang kelebihan dalam salah satu sisi misal kelebihan dana.  Orang-orang seperti ini akan menanamkan dananya di bank, untuk di putar kembali oleh bank sebagai dana kredit bagi pihak yang membutuhkannya.  Namun dengan syarat seperti adanya bunga yang dikenakan untuk mendapatkan dana tersebut.  Untuk dapat membawa keadilan dalam ekonomi kita harus menerapkan tiga hal berikut yaitu kewajiban, usaha, dan risiko.  Jika semuanya sudah terlaksana maka kita baru boleh mengatakan bahwa kita berhak atas profit atau keuntungan dari bisnis yang telah kita jalankan.
b.      Riba merusak perekonomian
c.       Riba menyebabkan kemalasan
Dengan adanya riba, menyebabkan orang untuk terus berinvestasi.  Karena mereka merasa dengan hanya menyimpan dananya di bank, mereka telah mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari besarnya dana yang telah di simpan berupa bunga yang mereka dapatkan setiap bulannya.

      2)      Social Economic Justice yang terlupakan
Kita juga harus memperhatikan keadilan dalam ekonomi sosial.  Jika secara menyeluruh perekonomian mendukung adanya sistem ekonomi Islamic atau ekonomi syariah.  Di Indonesia sendiri masih sedikit yang menjalan sistem ekonomi ini, hanya berkisar 5% dari keseluruhan perekonomian di Indonesia.  Social Economic Justice di Indonesia belum bisa di capai karena produk-produknya masih menggunkan produk konvensional.  Solusinya yaitu adanya instansi lain yang mengembangkan tata cara perekonomian syariah dalam kegiatan sehari-harinya.

      3)      Proverity Alleviation (Mengentaskan Kemiskinan)
Islamic Financial System menggunakan prinsip syariah.  Salah satunya zakat, infaq, dan sodakoh yang berdampak mengentaskan kemiskinan yang ada.

      4)      Financial Inclusion
Financial inclusion adalah orang-orang atau pihak yang tidak mendapatkan kesempatan untuk mengakses lembaga keuang formal.  Tingkat akses lembaga keuangan formal di Indonesia adalah sekitar 20%-27%.  Ada beberapa jenis financial inclusion, yaitu sebagai berikut :
a.       Volluntary inclusion terjadi karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk mengakses lembaga keuangan formal.  Sebagai contoh : masyarakat yang hidup di pedalaman, mereka akan kesulitan untuk mengakses lembaga keuangan yang memang jauh jaraknya dengan tempat tinggal mereka.  Oleh karena itu, mereka mau tidak mau sulit untuk mengakses segala hal mengenai kemajuan pembangunan nasional khususnya lembaga keuangan formal ini.
b.      Voluntary exclusion terjadi karena secara sadar individu atau pihak-pihak tersebut tidak mau ikut campur atau tidak mau mengetahui mengenai lembaga keuangan formal.  Contohnya, ada beberapa masyarakat di Afrika mereka secara terang-terangan tidak mau mengenal lembaga keuangan yang ada di daerah tersebut.
c.       Investor inclusion

      5)      Boosting Economic Development (Mendorong Pembangunan Ekonomi)
Salah satu contoh mendorong pembangunan ekonomi adalah ada tiga hal dalam bank syariah untuk mendampingi pengusaha kecil menengah dalam proses membangun usahanya, yaitu :
a.       Technical Capacity
b.      Kemampuan Manajerial
c.       Spiritual

How to Become a Leader in Islamic Finance
      1)      Luruskan niat hanya pada Tuhan Yang Maha Esa.
      2)      Perluas Wawasan.
      3)      Perdalam Pengetahuan.
      4)      Bangunlah visi (jangka panjang), jangan pernah kecewa jika kita tidak berhasil.
      5)      Istiqomah.
      6)      Carilah lingkungan yang memiliki pemikiran yang sama dengan apa yang kita inginkan.
4 Mei 2015

Hujan

hujan satu kata yang dapat mengungkapkan arti hujan dalam diriku,, PUITIS,,

ya kata itu dipilih memang memiliki arti dalam hidup ini,,
banyak orang mungkin menganggap puitis itu hal yang norak, lebay, atau apalah semacam itu.  tapi tidak untukku, bagiku puitis banyak mengajarkan kita arti hidup,, disaat hujan turun disanalah aku menemukan inspirasi dari semua pertanyaan yang ingin aku tanyakan, entah pada siapa aku ingin tanyakan akan hal itu, aku pun tak mengetahuinya.  tapi puitis dan hujan membuka semua pikiran ku terutama tentang alam,, alam begitu indah saat hujan, bahkan sempat aku berpikir betapa beruntungnya mereka yang dibasahi air hujan disaat hujan menyambut mereka dengan derasnya air yang mereka miliki.

saat ku memandang hujan dirumah, aku ingin berada seperti mereka, dibawah guyuran air hujan dan mencoba meresapi ke dalam pikiran dan hati setiap tetesan air hujan yang turun membasahi tubuh ini. namun aku sudah cukup bersyukur hanya dengan melihat hujan yang turun melalui jendela rumahku.  apa kalian pernah berpikir kemana burung-burung pergi disaat hujan, toh jika mereka terlihat sedang terbang, kemanakan tujuan mereka?? pernahkan kalian memperhatikan setiap gemericik air hujan yang turun, begitu indah bukan? ditambah saat ada angin yang mencoba menggoyangkan arah turunnya air hujan, itu semua menjadi sebuah seni alami yang Tuhan ciptakan untuk kita nikmati, untuk kita pelajari setiap detiknya.  

percayakah kalian saat umurku belasan aku selalu memandangi hujan di depan rumah ku entah itu saat hujan badai, petir atau hanya gerimis yang mencoba membasahi jalan.  aku tertarik untuk melihat keindahan yang sedang Tuhan ciptakan untukku, aku tergelitik untuk melihat bagaimana setiap proses cahaya kilat yang terjadi, yang setelahnya ada dentuman suara keras yang disebut guntur.  dulu aku tak pernah sedikitpun untuk kehilangan peristiwa seperti itu, banyak orang yang menganggapku aneh. tapi aku tak pernah peduli, mereka tidak tahu betapa indahnya saat hujan turun.  hujan juga banyak dijadikan simbol sebagai bagian romantis dalam kisah cinta.  itu juga benar, menurutku. aku memang tidak pernah mengalami sisi romantis dalam turunnya hujan. tapi aku percaya bahwa hujan pasti membawa kebahagian untuk seseorang, entah itu aku atau mereka disana yang memang percaya akan hal itu.

hujan memang puitis, sejak kegilaanku akan hujan muncul aku pun sering menulis hal seperti ini.  aku tidak tahu arti puitis bagi kalian.  tapi bagiku tulisan seperti ini adalah puitis, hal seperti ini memberiku kebahagiaan tersendiri.  banyak tulisanku yang hanya dapat terukir di belakang buku tulis pelajaranku saat itu. hingga kini aku pun sudah tidak dapat menemukannya, tapi biarlah itu semua menjadi kenangan.  kenangan yang kini muncul kembali setelah bertahun-tahun lamanya aku menyimpannya.

seumur hidup ku tidak selamanya aku menyukai hujan, beberapa tahun belakangan ini aku pun sering bingung mengapa aku mulai membenci hujan. aku merasa jahat pada diriku pada kenanganku saat itu. aku membenci hujan, itu adalah hal yang harus aku terima.  dan aku juga merasa aneh saat aku membenci hujan aku pun tidak bisa menulis hal semacam ini lagi. aku merasa jiwa sastra dalam diriku menghilang dan secara perlahan akupun mulai melupakan akan hujan dan puitis.  beberapa saat lalu hujan turun dan aku mulai mencoba untuk melihatnya, hingga hujan perlahan menghilang menjauh dari diriku dan lingkunganku.  sejak saat itu aku mulai berpikir akan hal tentang menulis seperti ini lagi.  tapi aku tidak tahu apakah ini berlaku sementara saat hujan turun atau akan melupakan hal seperti ini kembali.  aku mencoba untuk dapat terus mengingatnya, akan HUJAN dan AKU.
24 April 2015

Just Remain

apakah ada penyesalan saat ini ? Aku sendiri pun tak tahu.

melihat mereka semua bahagia dan sukses membuatku seakan tak ada apa-apanya, membuatku kecil di mata mereka.


aku ingin kembali ke masa itu, untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu. aku ingin seperti mereka, aku ingin merasakan masa seperti mereka. tapi itu semua sudah menjadi bagian dari masa laluku. kini aku tak tahu apakah kini aku harus menyesal atau berpasrah diri terhadap keadaan yang akan terjadi pada diriku di masa yang akan datang.  rasa penyelasan itu terus bergelayut dalam pikiranku, apakah aku harus menghiraukannya atau tidak, aku pun tidak tahu.  kadang aku berpikir serahkan saja semua pada-Nya dan pada keadaan yang akan membawaku masuk ke dalamnya.  kadang pula aku berpikir aku harus bangkit merubah semua pikiran kolotku untuk terus maju masuk ke dalam masa modernisasi.


aku masih mencari jawaban atas semua pertanyaan tersebut. aku ingin seperti mereka, aku tahu itu merupakan gambaran yang selalu aku impikan di saat kecilku dulu. tapi kini semua itu sudah terlewati, masa lalu sudah berubah menjadi kenangan indah dan tak mungkin dapat kembali. aku hanya aku. aku kini berusaha bangkit dari impian yang terlewati. aku masih ingin seperti mereka. aku rasa itu bukan lagi menjadi gambaran masa kecilku, tapi kini itu semua telah menjadi keharusan yang pasti aku lakukan di masa datang. aku tak ingin mendapatkan pertanyaan seperti ini lagi di kemudian hari.


aku akan menikmati setiap hal yang sedang berjalan menuju keharusan itu. bukan untuk mengikuti arus atau keadaan, tapi hanya sebagai pewarna dalam hidup ini agar tidak hanya putih dan hitam saja yang aku lalui.


aku harus bangkit, aku harus sukses. ITU SUATU KEHARUSAN yang PASTI akan aku lakukan !!!
22 April 2015

Tugas Sofskill 2 dan 3 Bahasa Inggris Bisnis 2

Tugas 2  :  Pengertian dan Penggunaan Adverb dan Adjective
A.    Adverb
Adverb (kata keterangan) adalah satu dari delapan part of speech yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menerangkan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), maupun adverb lain.  Dalam percakapan maupun tulisan kata adverb banyak sekali digunakan.  Adverb (kata keterangan atau tambahan) adalah kata yang dipakai untuk menerangkan bagian dari tata bahasa yang mana saja kecuali kata benda dan kata ganti.

Adverb juga dapat digunakan dalam bentuk-bentuk lainnya  :
1.        Untuk memodifikasi atau menjelaskan adjective
Contoh  : I’m terribly tired  è  Saya sangat letih.
Dalam contoh ini, adjective adalah “tired” yang kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh adverb “terribly”.  Secara singkat, “letih” (yang merupakan adjective) menjelaskan “saya” (yang merupakan noun) dan kemudian “sangat” menjelaskan seberapa “letih” orang tersebut.
2.        Untuk memodifikasi adverb lainnya dalam kalimat terkait
Contoh  :  He ran terribly quickly
Dalam contoh ini, “quickly” adalah adverb yang menjelaskan kata kerja “ran”.  Kemudian adverb “quickly” tersebut dijelaskan lebih lanjut dengan menggunakan adverb “terribly”.
3.        Untuk memodifikasi keseluruhan kalimat
Contoh  :  Actually, I can’t come to your place
Dalam contoh ini, adverb “actually” menjelaskan keseluruhan arti dari kalimat “I can’t come to your place.”
4.        Untuk memodifikasi kalimat preposition
Contoh  :  He’s completely out of his mind
Dalam contoh ini, adverb “completely” menjelaskan fragment kalimat preposition “out of his mind”.

Penggunaan Adverb antara lain  :
a)        Adverb menerangkan kata kerja
Contoh  :  She speaks English fluently  è  Ia berbicara bahasa Inggris dengan fasih.
b)        Adverb menerangkan kata sifat
Contoh  :  It’s now too hot to play tennis  è  Sekarang udara terlalu panas untuk bermain tenis.
c)        Adverb menerangkan kata adverb lainnya
Contoh :  She sings very well è  Ia menyanyi dengan baik
d)       Adverb menerangkan kata depan
Contoh  :  The cat was sitting almost outside the door è  Kucing itu sedang duduk hampir di luar pintu.
e)        Adverb menerangkan kata sambung
Contoh  :  I want to know precisely how the accident happened è  Saya ingin mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan itu sendiri.

Note  :
Adverb dapat menerangkan bukan saja kata-kata yang terpisah tetapi juga sebuah kalimat asertif, yaitu kalimat yang hanya menegaskan atau menyangkal sesuatu.  Dalam hal ini harus ditempatkan di posisi awal kalimat.
Contoh  :
1)        Evidently your success depends chiefly on yourself  è  Jelaslah keberhasilan anda terutama tergantung pada anda sendiri.
2)        Unfortunately, we don’t know much English  è  Sayang sekali kami tidak dapat berbahasa Inggris banyak.

B.     Adjective
Adjective (kata sifat) adalah kata yang merupakan salah satu bagian dari part of speech yang berfungsi untuk menjelaskan noun (kata benda) termasuk pronoun (kata ganti benda atau orang).  Adjective biasanya mendahului kata benda atau kata ganti yang diberi sifat atau bisa juga berdiri sendiri jika menjadi objek sebuah kalimat nominal.

Penggunaan adjective dalam sebuah kalimat :
1.        Adjective bisa ditempatkan sebelum kata benda
Contoh  :
·         This is a beautiful bird
·         This is a bird beautiful è Tidak benar
Kata sifat memberikan informasi seperti ukuran (kecil, besar), bentuk (segitiga, persegi), warna (merah, hijau), kebangsaan (Cina, Jepang), dan opini (baik, buruk).
2.        Adjective tidak mengalami perubahan yang tergantung pada jumlah (tunggal atau jamak)
Contoh  :
·         She has a cute puppy
·         She has three cute puppies
Perhatikan bahwa adjective (cute) tidak mengalami perubahan baik dalam bentuk tunggal (puppy) maupun jamak (puppies).
3.        Adjective juga bisa ditempatkan setelah kata kerja tertentu seperti be, feel, look, dan taste.
Contoh  :
·         I’m really sad today
·         She’s got a new job so she feels great
·         You look wonderful !
·         This nodles tastes delicious.

Adjective dapat digunakan dalam 2 bentuk, yaitu :
a.         Sebelum nouns
Contoh  :
ü  A beautiful song
ü  A tired face
ü  A typical student
b.        Sebagai bagian komplementari dari sebuah kalimat, setelah is, seems, dan beberapa verb lainnya.
Contoh  :
o   She’s beautiful
o   She looks tired
o   His remarks is typical of him.

Tugas 3  :  Perbedaan Antara Adverb dan Adjective
Adverb dan adjective memiliki kesamaan, jika ditinjau dari segi filsafat bahasa, kedua kata ini diawali dengan kata “Ad” yang memungkinkan adanya arti “Add” atau “penambahan”.  Perbedaannya adalah jika adjective menambahkan kejelasan arti pada benda-benda (nouns), maka adverb menambahkan kejelasan terhadap kata kerja (verb).
Contoh  :
ð  Adjective  :  Fluent
Her English is fluent  è  Bahasa Inggris dia fasih/lancar.
ð  Adverb  :  Fluently
She can speak English fluently  è  Dia dapat berbicara Bahasa Inggris dengan fasih/lancar.
Note  :
Aturan membentuk adverb tidak selalu harus menambahkan akhiran “-ly” dari semua kata sifat (adjective).  Aturan ini hanya berlaku untuk beberapa kata sifat saja.

Comparison Degree
Jika diartikan degree adalah tingkatan, sedangkan comparison adalah kata benda (noun) yang berasal dari kata kerja compare yang artinya perbandingan.  Jadi degree comparison atau comparison degree adalah tingkatan perbandingan.  Degree of comparison adalah salah satu grammar bahasa inggris yang sering kali digunakan dalam praktik baik tulisan maupun percakapan.  Materi degree of comparison ini termasuk dalam kategori adverbial dan adjectives karena menggunakan kedua element tersebut untuk membuat sebuah kalimat degree of comparison.
A.    Pengertian Degree of Comparison
Degree of comparison adalah membandingkan kualitas sifat (adjective) atau kualitas pekerjaan (adverb) dari dua pelaku atau lebih, misal :
      1.      Kamu lebih pintar dari pada saya.  Kalimat tersebut membandingkan dua pelaku dari segi kualitas kecerdasaan otaknya.
      2.      Derry berjalan lebih lambat dari pada Danu.  Kalimat tersebut membandingkan kualitas pekerjaan (berjalan) dua pelaku dimana Derry lebih lambat dari pada Danu.

B.     Macam-Macam Degree of Comparison
Degree of comparison dalam bahasa inggris dibagi menjadi 3 jenis tingkatan, yaitu :
      a.       Positive adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang sama.
Contoh  :
-          Bimo walks as fast as Widi (adverb)
-          Bimo is as tall as Leo (adjective)
      b.      Comparative adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang tidak sama, dimana salah satunya lebih jika dibanding yang lainnya.
Contoh  :
Ø  She is smaller than me (adjective)
Ø  Vigo plays guitar as well as Jhony (adverb)
      c.       Superlative untuk membandingkan seseorang atau sesuatu dengan group atau kelompoknya.
Contoh :
·         I am the most beautiful in my school (adjective)
·         Captain America runs the slowest super hero I ever see (adverb)

C.    Peraturan Degree of Comparison
      1.      Penggunaan comparative dan superlative tergantung dari jumlah suku kata adjective-nya (kata sifatnya). e.g  :  Tall (1 suku kata), Famous (2 suku kata), Beatiful (3 suku kata).
a.       1 suku kata à tambahkan –est atau –er di belakangnya.
Contoh  :
Ø  My grandpa is oldest in my family (superlative).
Ø  I am slimmer than you (comparative).
b.      2 suku kata, ada yang menggunakan more ada pula yang menggunakan –er untuk comparative.  Sedangkan untuk superlative ada yang menggunakan –est ada pula yang menggunakan most.
Contoh  :
-          Olga more famous than Luna (comparative).
-          We are the cleverest/most clever creation of God (superlative).
c.       3 atau lebih, diwajibkan menggunakan most dan more.
·         Widi is more diligent than Indira (comparative).
·         Christiano Ronaldo is the most expensive football player in the world (superlative).
      2.      Terdapat pengecualian untuk beberapa kata seperti :
a.       Beberapa kata sifat dalam comparative dan superlative akan mengalami penggandaan huruf terakhir, seperti : big à bigger dan biggest, sad à sadder dan saddest.
b.      Kalau kata sifat diakhiri dengan huruf “y” maka diganti dengan huruf “i”, seperti  : happy à happier dan happiest.
c.       Pengecualian khusus kata-kata dibawah ini perubahannya adalah sebagai berikut :
Bad à  Worse à  Worst
Good à  Better à  Best
Little  à  Less  à  Least
Much  à  More  à  Most

D.    Contoh Kalimat
1.      Positive
-          The task is not as difficult as you imagine.
-          He drives as carefully as my father in the residential area.
-          Surabaya is as hot as Jakarta.
-          Amanda runs as fast as Arman.
-          They walked as slowly as a duck.
2.      Comparative
Ø  Planes are more expensive than bicyles.
Ø  Lee Chong Wei is stronger than Simon Santoso.
Ø  Elephant are heavier than cow.
Ø  You are more diligent than me.
Ø  He walked more slowly than his grandfather.
3.      Superlative
·         Mr. Bambang was the oldest man in the meeting.
·         Taj Mahal is the most luxurious cemetery in the world.
·         She cries the most loudly of all the babies in the hospital.
·         I will do my best to help you.
·         Whales are the biggest mammals in the world.

Sumber  :