Copyright © CORETAN PENA
Design by Dzignine
18 Maret 2014

Konsep Penalaran Ilmiah dalam Kaitannya dengan Penulisan Ilmiah

PENALARAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

Penalaran atau dalam bahasa inggris disebut reasoning adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubungkan fakta-fakta atau data yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.  Dengan kata lain, penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.  Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi yang baru yang sebelumnya tidak diketahui.  Proses inilah yang disebut menalar.  Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.  Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan.

Prinsip dan Unsur Penalaran
Penulisan ilmiah mengemukakan dan membahas fakta secara logis dan sistematis dengan bahasa yang baik dan benar.  Ini berarti bahwa untuk menulis penulisan ilmiah diperlukan kemampuan menalar secara ilmiah.

Menulis Sebagai Proses Penalaran
Menulis merupakan proses bernalar.  Untuk menulis mengenai suatu topic kita harus berpikir, menghubungkan berbagai fakta, membandingkan , dan sebagainya.  Dalam tulisan ini akan dibahas aspek penalaran dalam suatu karangan atau penulisan.

Berpikir dan Bernalar
Setiap saat selama kita masih bernafas, terutama dalam keadaan terjaga (tidak tidur), kita selalu berpikir.  Berpikir merupakan kegiatan mental.  Pada waktu kita berpikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata.  Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya pada saat-saat kita melamun.  Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan dan bertujuan untuk sampai pada suatu kesimpulan.  Jenis kegiatan berpikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatan menalar.

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Proses Penalaran
Disini, yang dimaksud dengan penggunaan Bahasa Indonesia dalam proses penalaran adalah Penulisan Ilmiah.

a.       Konsep Ilmiah
Ilmiah adalah sesuatu yang didasarkan atas ilmu pengetahuan.  Kata ilmu sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Arab “ilm” yang berarti memahami, mengerti atau mengetahui.  Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan.
      
      b.      Persyaratan Ilmiah
1.       Obyektif
Dalam mengkaji obyek yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuain antara tahu dengan obyek.
2.       Metodis
Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran.
3.       Sistematis
Ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu system yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya.
4.       Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu).

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah
Dalam penyajian sebuah Konsep Ilmiah, Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dengan dibakukannya Ejaan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).  Dengan ejaan sesuai EYD ini, Bahasa Indonesia memiliki susunan struktur bahasa yang Obyektif, Metodis, Sistematis, dan Universal.

Peranan tersebut, mencakup penggunaan Bahasa Indonesia dalam publikasi artikel maupun tulisan-tulisan ilmiah, baik berupa karya tulis, penulisan ilmiah, maupun skripsi dimana penerapannya harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.  Beberapa hal misalnya tentang penggunaan huruf kapital : bahwa pada setiap awal kalimat harus diawali dengan huruf kapital, dan huruf kapital juga dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, peristiwa sejarah.

Daftar Pustaka  :
·         Utomo, Budi Prasetyo. 2012. “Penalaran dalam Menulis Sebuah Karya Ilmiah”. Dalam http://tugasbudi.blogspot.com/2012/03/penalaran-dalam-menulis-sebuah-karya.html .
·         Putri, Sendy Octaviani. 2013. “Penggunaan Penalaran dalam Proses Berbahasa”. Dalam http://sendylicious.blogspot.com/2013/03/penggunaan-penalaran-dalam-proses.html .

·      Hadi. 2013. “Penalaran dalam Penulisan Karya Ilmiah”.  Dalam http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/  .

0 comments:

Posting Komentar