Copyright © CORETAN PENA
Design by Dzignine
26 Juni 2013

Kewarganegaraan

Masyarakat Pinggir Batas

Indonesia secara geografis diapit oleh dua samudera dan dua benua, posisi yang seperti inilah yang           menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang memiliki beraneka ragam suku, budaya, flora maupun fauna. Dengan kondisi yang seperti itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak kekayaan alam.  Namun pertanyaan terbesar dalam hal ini adalah apakah semua masyarakat di Indonesia merasa hidup mereka tercukupi dengan semua kekayaan alam yang telah dimiliki oleh Indonesia sendiri.


Pertanyaan besar itu harus kita resapi sebagai warga negara yang peduli akan kelangsungan hidup bangsa Indonesia di masa yang akan datang.  Karena kehidupan masa depan adalah hal yang menentukan nasib bangsa Indonesia nantinya.  Sebagai salah satu contoh yaitu masyarakat yang berada di pinggiran batas negara.  Mereka adalah salah satu cerminan dari wajah Indonesia yang sesungguhnya.  Mereka yang harus kita perhatikan terlebih dahulu karena merekalah yang pertama kali dipandang oleh warga negara tetangga sebagai cerminan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Banyak masyarakat pinggir batas ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.  Padahal status mereka masih sebagai warganegara Indonesia.  Pemerintah seharusnya lebih terfokus pada saudara-saudara kita yang berada jauh disana, bukan hanya memikirkan bagaimana meningkatkan ekonomi setiap tahunnya.  Banyak dari mereka yang kehidupannya masih jauh tertinggal dari masyarakat pada umumnya.  Hal inilah yang menjadi tugas utama dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Banyak contoh yang memperlihatkan bahwa kondisi saudara-saudara kita yang berada diperbatasan sangatlah jauh dari kata layak.  Pertama masalah Pendidikan, anak-anak yang tinggal didaerah perbatasan harus berjuang keras untuk mendapatkan pendidikan yang terjamin.  Mereka harus menempuh perjalanan puluhan kilometer demi sebuah ilmu  yang nantinya akan mereka dapatkan.  Semangat mereka inilah yang patut kita acungi jempol.  Coba bandingkan dengan anak-anak yang berada di kota-kota besar.  Fasilitas yang mereka dapatkan untuk bersekolah sangatlah cukup bahkan melebihi dari kata cukup.  Tetapi, semangat mereka untuk bersekolah sangatlah minim, banyak dari mereka menyepelekan hal yang berhubungan dengan pendidikan disekolah formal.  Dipinggir batas pun, guru atau tenaga pengajar yang tersedia hanya terbatas.  Kurangnya tenaga pengajar ini pun tidak menyurtkan semangat anak-anak daerah sekitar.



Lalu masalah yang kedua adalah tentang Ekonomi, masyarakat perbatasan jika dibandingkan dengan masyarakat daerah lainnya kehidupan perekonoiman mereka sangat tertinggal dari daerah lainnya.  Semua ini dikarenakan letak geografis daerah perbatasan sangat sulit dijangkau, sehingga untuk membangun ekonomi mereka diperlukan waktu yang tidak sebentar.  Hal-hal semacam inilah yang harus diperhatikan pemerintah Indonesia.  Pemerintah harus menyediakan fasilitas-fasilitas umum yang bisa digunakan untuk mempercepat pembangunan ekonomi didaerah tersebut.  Bagaimana bisa pemerintah menggencarkan pemerataan pembangunan diseluruh negeri tetapi untuk fasilitas umum disemua daerah perbatasan saja sangat sulit untuk dibangun.  Kondisi yang seperti ini harusnya membuat kita malu dengan negara tetangga karena daerah perbatasan mereka saja sudah dilengkapi fasilitas umum seperti halnya dikota besar.

Lalu permasalahan selanjutnya adalah Infrastruktur, kurang tersedianya infrastruktur yang memadai juga mempengaruhi kehidupan masyarakat daerah sekitar sehingga menjadi masyarakat yang tertinggal dalam segala hal.  Bayangkan saja, dalam jarak puluhan kilometer hanya terdapat beberapa saja puskesmas yang ada.  Bahkan dapat dihitung dengan jari.  Padahal, fasilitas seperti inilah yang sangat diperlukan masyarakat untuk dapat menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Indonesia.  Dalam konteks seperti ini infrastruktur menjadi factor yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kelangsungan pembangunan ekonomi didaerah tersebut.



Tugas pemerintah yang selanjutnya adalah menjalankan sesuai dengan sila ke-tiga yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  Kita semua yang tinggal didalam batas wilayah Indonesia adalah warganegara Indonesia, seharusnya kita mendapatkan hal yang sama dengan warga yang berada di wilayah yang lainnya.



Sumber            : 
http://www.kaskus.co.id/thread/50c9c7fae774b4f83900011d/warga-perbatasan-inginjadi-penduduk-malaysia

0 comments:

Posting Komentar