Copyright © CORETAN PENA
Design by Dzignine
1 November 2013

Bab 7 Pembelajaran Konsumen

PEMBELAJARAN KONSUMEN

Pembelajaran adalah bahasan yang mendasar dalam ilmu psikologi.  Lefton (1982) mendefinisikan pembelajaran sebagai perubahan perilaku yang relatif bersifat tetap yang terjadi sebagai akibat dari pengalaman.  Definisi ini membedakan antara pembelajaran dan reflex yang merupakan perilaku tidak disengaja yang terjadi sebagai respon terhadap suatu stimulus.

Pembelajaran konsumen merupakan proses ; artinya terus menerus berkembang dan berubah karena adanya pengetahuan yang baru diperoleh ( yang mungkin didapat dari membaca, dari diskusi, dari pengamatan, dan dari proses berpikir ) atau dari pengamatan sendiri.

Peran  pengalaman dalam pembelajaran tidak berarti bahwa semua pembelajaran dicari dengan sengaja.  Walaupun kebanyakan pembelajaran adalah disengaja (yaitu, diperoleh sebagai hasil pencarian informasi yang teliti), banyak pembelajaran yang disengaja, diperoleh secara kebetulan atau banyak usaha.

Teori Pembelajaran

Teori pembelajaran perilaku kadang-kadang disebut teori stimulus-tanggapan karena didasarkan pada pemikiran bahwa tanggapan yang nyata terhadap stimulus-tanggapan eksternal tertentu memberi pertanda bahwa pembelajaran telah terjadi.

      1.       Pengkondisian Klasik
Ivan Pavlov, Psikolog Rusia, adalah yang pertama menggambarkan pengkondisian dan mengemukakannya sebagai model umum mengenai cara terjadinya pembelajaran menurut teori Pavlov, pembelajaran yang dikondisikan terjadi jika stimulus tertentu yang dipasangkan dengan stimulus lain mendatangkan tanggapan yang dikenal menimbulkan tanggapan yang sama jika digunakan sendiri saja.
      2.       Pembelajaran Asosiasi Kognitif
Teori pengkondisian yang terakhir memandang pengkondisian klasik sebagai pembelajaran asosiasi di antara berbagai peristiwa yang memungkinkan organisme untuk mengantisipasi dan “mewakili” lingkungannya, pengkondisian klasik dipandang sebagai pembelajaran asosiasi kognitif.  Bukan perolehan reflex baru, tetapi merupakan perolehan pengetahuan baru mengenai dunia.

 Aplikasi Strategis Pengkondisian Klasik
Tiga konsep pokok yang berasal dari pengkondisian klasik adalah :
a.       Pengulangan
b.      Generalisasi Stimulus
1)Perluasan lini, bentuk, dan golongan produk
2)Pemakaian merek gabungan (family branding)
3)Pemberian lisensi (licensing)
4)Menggeneralisasikan situasi pemakaian.
c.    Diskriminasi Stimulus
1)Pengaturan posisi
2)Diferensiasi produk
      
      3.       Pengkondisian Instrumental
Para pakar teori pembelajaran instrumental percaya bahwa pembelajaran terjadi melalui proses mencoba (trial and error), dimana kebiasaan dibentuk sebagai hasil ganjaran yang diterima untuk tanggapan dan perilaku tertentu.  Nama yang sangat erat hubungannya dengan pengkondisian instrumental (Operant) diberikan oleh psikolog Amerika, B.F. Skinner, kebanyakan pembelajaran individu terjadi pada lingkungan yang dapat dikendalikan di mana para individu “memperoleh ganjaran” jika berhasil memilih perilaku yang tepat.

Aplikasi Strategi Pengkondisian Instrumental
Para pemasar secara efektif menggunakan berbagai konsep pembelajaran instrumental konsumen ketika mereka memberikan penguatan positif dengan menjamin kepuasan konsumen terhadap produk, jasa, dan keseluruhan pengalaman membeli.
ð  Kepuasaan (penguatan) pelanggan
ð  Urutan penguatan
ð  Pembelajaran terkumpul versus pembelajaran terdistribusi

      4.       Teori Pembelajaran Kognitif
Pembelajaran berdasarkan pada kegiatan mental disebut pembelajarab kognitif.  Teori pembelajaran  kognitif menganggap bahwa pembelajaran menjadi ciri khas manusia adalah pemecahan masalah, yang memungkinkan para individu dapat mengendalikan lingkungan mereka.  Tidak seperti teori pembelajaran perilaku, teori ini menganggap bahwa pembelajaran menyangkut pengolahan mental yang kompleks terhadap informasi.
      5.       Teori Keterlibatan
Teori keterlibatan berkembang dari aliran riset yang disebut hemispheral lateralization atau teori belah otak.  Dasar pemikiran belah otak adalah bahwa hemisfer otak sebelah kanan dan kiri “mengkhususkan diri” pada macam informasi yang mereka olah.
a.       Teori Keterlibatan dan Strategi Media
b.      Teori Keterlibata dan Relevansinyka bagi Konsumen
c.       Rute Tengah dan Samping untuk Melakukan Persuasi
d.      Model Kemungkinan Pembahasan
e.      Ukuran Keterlibatan
      6.       Teori Pembelajaran Iconic Rite (Menghapal Icon)
Teori mengatakan bahwa pembelajaran dapat terjadi tanpa conditioning.
      7.       Teori Pembelajaran Vicarious
Teori mengatakan bahwa orang belajar tanpa harus menerima ganjaran ataupun hukuman, seperi yang diyakini oleh pengikut teori instrumental conditioning.  Bila seseorang melihat atau mengetahui bahwa orang lain mengalami kepuasan dalam menggunakan suatu produk, karena seolah-olah ia mengalami sendiri.

Loyalitas pada Merek

Menurut Kindra, dkk (1994) ada hubungan yang erat antara pembelajaran dan loyalitas pada merek karena loyalitas pada merek melibatkan pertimbangan-pertimbangan kognitif dan evaluative yang juga merupakan salah satu fungsi pengambilan keputusan pembelian.

Loyalitas merek adalah :
      1.       Respons perilaku ( yaitu perilaku membeli )
      2.       Bias (tidak random)
      3.       Di ekspresikan dalam jangka waktu tertentu
      4.       Unit pengambil keputusan
      5.       Satu atau  lebih alternatif-alternatif merek yang dipilih dari seperangkar merek
      6.       Fungsi dari proses psikologis.

Sumber :

0 comments:

Posting Komentar