Copyright © CORETAN PENA
Design by Dzignine
2 November 2014

BAB 10 Pengaruh Kelas Sosial dan Status

PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS

Jenjang Sosial
Perkembangan zaman ternyata juga mempengaruhi dalam pola kehidupan dan interaksi sosial kita.  Termasuk pengaruh kelas sosial dan status sosial terhadap pembelian dan konsumsi.  Pengaruh jenjang sosial terhadap pembelian dan konsumsi sangat berpengaruh, kelas sosial dan lapisan sangat penting untuk para produsen karena dapat membedakan target sasaran produsen tersebut apa untuk status yang lebih tinggi atau untuk status yang lebih rendah dalam menjual prosuk mereka.
Gaya hidup dari lapisan atas pastinya akan berbeda dengan gaya hidup lapisan menengah dan bawah.  Dengan uang yang banyak masyarakat yang berada di lapisan atas biasanya lebih konsumtif dalam melakukan pembelian dan dapat membeli barang-barang mewah yang mahal harganya, sedangkan untuk kelas menengah dan bawah barang mewah adalah suatu pemborosan yang akan mereka lakukan jika dipaksakan untuk membelinya.
Keberadaan jenjang sosial dalam kehidupan masyarakat merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan.  Keberadaan hal ini di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya, di samping itu setiap manusia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa dihargai maupun dihormati oleh orang lain.  Hal itulah yang paling utama dalam membentuk adanya jenjang sosial di masyarakat.  Sehingga akan menjadikan manusia untuk melakukan proses agar dapat berkembangan dari kehidupan sebelumnya menjadi kehidupan yang lebih baik.

Pengertian Jenjang Sosial
Jenjang sosial adalah pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas atau jenjang yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama, dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.  Pengertian jenjang sosial merupakan kondisi dimana seseorang berusaha untuk dapat menaikkan kelas sosialnya pada suatu posisi yang mana mencerminkan status sosialnya menjadi lebih baik di masyarakat.
Hal ini berkaitan erat dengan kondisi sosial sebelumnya yang berusaha untuk dinaikkan agar dapat lebih dihargai dan dihormati oleh sesamanya, dan dapat dikatakan orang yang berhasil.  Dan dapat disimpulkan bahwa jenjang sosial akan berubah seiring dengan pencapaian dan keberhasilannya dalam merubah kelas sosialnya.  Serta akan menghasilkan status sosial yang lebih tinggi dari sebelumnya sesuai dengan pencapaiannya.

Faktor Penentu Kelas Sosial
Seseorang tergolong ke dalam suatu kelas sosial tertentu karena strata sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat itu sendiri atau terjadi sengaja disusun untuk mengejar tujuan-tujuan atau kepentingan-kepentingan bersama.  Secara ideal semua manusia pada dasarnya sederajat.  Namun, secara relaitas, disadari ataupun tidak ada orang-orang yang dipandang tinggi kedudukannya dan ada pula yang dipandang rendah kedudukannya.
Status merupakan unsur utama pembentukan strata sosial, karena status mengandung aspek structural dan aspek fungsional.  Aspek struktulal adalah aspek yang menunjukkan adanya kedudukan – tinggi dan rendah dalam hubungan antar status.  Aspek fungsional, yaitu aspek yang menunjukkan adanya hak-hak dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh penyandang status.  Talcott Persons, menyebutkan ada lima menentukan tinggi rendahnya status seseorang, yaitu :
a.      Kriteria Kelahiran (Ras, Kebangsawanan, Jenis Kelamin)
b.      Kualitas atau Mutu Pribadi (Umur, Kearifan atau Kebijaksanaan)
c.       Prestasi (Kesuksesan Usaha, Pangkat, Jabatan)
d.      Pemilikkan atau Kekayaan (Kekayaan Harta Benda)
Kelas sosial ada yang tercipta sejak lahir namun ada juga yang harus dengan susah payah untuk mendapatkannya, baik itu dengan sekolah maupun lembaga tinggi lainnya.  Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1995) mengemukakan pendapat Gilbert dan Kahl yang menyebutkan bahwa ada Sembilan variabel yang menentukan status atau kelas sosial seseorang, kesembilan variabel tersebut digolongkan ke dalam tiga kategori yaitu sebagai berikut :
1.      Variabel Ekonomi
a.      Status Pekerjaan
b.      Pendapat
c.       Harta Benda
2.      Variabel Interaksi
a.      Prestis Individu
b.      Asosiasi
c.       Sosialisasi
3.      Variabel Politik
a.      Kekuasaan
b.      Kesadaran Kelas
c.       Mobilitas
Beberapa indikator lain yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu :
a.      Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosial/kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasarnya kelas sosial merupakan suatu cara hidup.  Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya dalam hal ini uang memilii peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu.
Uang juga memiliki makna halus lainnya.  Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan professional lebih memiliki prestise daripada penghasilan yan berwujud upah dari pekerjaan kasar.  Uang yang diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil perjudian atau korupsi.  Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.  Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosial yang penting.  Hal tersebut sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga dan cara hidup seseorang.


b.      Pekerjaan
Dengan semakin beragamnya pekerjaan yang terspesialisasi ke dalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada jenis pekerjaan lainnya.  Mengapa suatu jenis pekerjaan harus memiliki prestise yang lebih tinggi daripada jenis pekerjaan lainnya.  Hal ini merupakan maslaah yang sudah lama menarik perhatian para ahli ilmu sosial.  Jenis-jenis pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memberi penghasilan yang lebih tinggi, meskipun demikian terdapat banyak pengecualian.  Jenis-jenis pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memerlukan pendidikan tinggi, meskipuun hubungannya masih jauh dari sempurna.  Apabila kita mengetahui jenis pekerjaan seseorang, maka kita bisa menduga tinggi rendahnya pendidikan, standar hidup, pertemanannya, jam kerja, dan kebiasaan sehari-hari keluarga orang tersebut.  Kita bahkan bisa menduga selera bacaan, selera rekreasi, standar moral, dan bahkan orientasi keagamaannya.  Dengan kata lain, setiap jenis pekerjaan merupakan bagian dari cara hidup yang sangat berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya.
Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada akhirnya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan.  Pekerjaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang.  Oleh karena itu, pekerjaan pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui strata sosial seseorang.

c.       Pendidikan
Kelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang-kurangnya dalam dua hal.  Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi.  Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang sosial.  Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan keterampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat, tujuan, etiket, cara berbicara perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.
Dalam beberapa hal, pendidikan malah lebih penting daripada pekerjaan.  De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor.  Namun demikian, perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka sebanding.

Pengukuran Kelas Sosial
Ada tiga faktor yang biasa mempengaruhi atau digunakan untuk menilai stratifikasi atau mengukur kelas sosial yang ada di masyarakat, antara lain adalah :
1.      Kekayaan Relatif
2.      Kekuasaan atau Pengaruh
3.      Martabat
Pengukuran kelas sosial dapat juga dilakukan melalui beberapa pengukuran yang bersifat objektif :
a.      Ukuran Subjektif, dimana orang diminta menentukan sendiri posisi kelas sosialnya (kelas sosial ditentukan secara pribadi).
b.  Ukuran Reputasi, ditentukan oleh orang lain dari luar lingkungannya (kelas sosial ditentukan menurut reputasinya).
c.  Ukuran Objektif, didasarkaan atas variabel sosioekonomi seperti pekerjaan, besar pendapatan, dan pendidikan (kelas sosial dikarenakan kekayaan dan pekerjaan).

Perubahan Kelas Sosial
Kelas sosial akan berubah, sama halnya seperti roda kehidupan yang selalu berputar.  Kadang seseorang berada dalam status sosial yang tinggi atau berada saat mapan atau dihormati, tetapi terkadang lambat laun akan berada di posisi bawah, yaitu ketika mereka tidak lagi berjaya, kaya, atau dihormati seperti sebelumnya.  Ketika kelas sosial berubah, perubahan itu juga akan mempengaruhi perilaku dan selera konsumen terhadap suatu barang.  Misalnya seorang yang biasa mengkonsumsi nasi dari beras yang mempunyai kualitas yang rendah, tetapi apabila ia menjadi kaya atau memperoleh rezeki yang berlebih maka ia akan merubah beras yang dikonsumsi dari yang berkualitas rendah ke kualitas yang lebih tinggi.  Dan ini juga bisa mempengaruhi berbagai permintaan produksi suatu barang maupun jasa.

Pemasaran Pada Segmen Pasar Berdasarkan Kelas Sosial
Pemasaran pada segmen pasara berdasarkan kelas sosial berbeda-beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin dituju.  Bisa dilihat apabila ingin memasarkan suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan yang premium atau bisa di katakan lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa orang-orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerek, dan kualitas yang sangat bagus.  Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang-orang yang berada pada kelas sosial terendah.  Penggunaan iklan pun kurang di gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah.  Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.

Sumber :

0 comments:

Posting Komentar